"Our prime purpose in this life is to help others, and if you can't help them, at least don't hurt them." ~Dalai Lama

Sunday, March 24, 2013

Fakta Menarik Seputar Impotensi


Impotensi merupakan topik yang cukup sensitive bagi pria. Fenomena ini sebenarnya sangat banyak di masyarakat, tetapi karena stigma dan mitos yg banyak beredar, banyak pria yang malu untuk mengakui.



Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk memulai dan mempertahankan ereksi dan berhubungan seksual secara normal. Kebanyakan pasien (dan juga dokter) memiliki anggapan yang SALAH bahwa impotensi disebabkan faktor psikologis dan mengabaikan faktor fisik yang sebenarnya dapat diatasi. Sebelum kita bahas mengenai impotensi, perlu diketahui mekanisme ereksi yang normal pada pria.

Penis adalah organ vascular, yang artinya terdiri dari pembuluh darah dan BUKAN otot. Ereksi terjadi karena ada aliran darah dalam jumlah banyak melalui pembuluh arteri ke penis dan menutupnya pembuluh balik vena sehingga darah tertahan di batang penis. Proses ini mirip dengan balon air yang diisi air dan ditutup lubang udaranya.

Ada 5 jenis impotensi yang perlu anda ketahui
  1. tipe arteriogenik
  2. tipe venogenik
  3. tipe neurogenik
  4. tipe hormonal
  5. Tipe psikogenik
Tipe arteriogenik
Tipe ini disebabkan karena adanya gangguan aliran darah arteri yang menuju ke penis. Penyebab dari impotensi tipe arteriogenik adalah diabetes/kecing manis, hipertensi atau trauma yang merusak struktur pembuluh darah arteri penis.
Saat ini impotensi menjadi tanda peringatan bagi dokter bahwa gangguan aliran arteri juga terjadi di organ lainnya seperti jantung, ginjal atau otak yang menjadi ancaman terjadinya penyakit lain yg serius. Diagnosis impotensi tipe ini dengan mudah ditegakkan dengan pemeriksaan phalloarteriogram.

Tipe venogenik
Pada saat ereksi normal, darah yang masuk ke penis ditahan agar tidak keluar dengan tertutupnya aliran vena. Impotensi jenis ini ditandai dengan kebocoran aliran vena sehingga ereksi tidak bertahan lama. Penyebab dari impotensi jenis ini adalah diabetes.

Tipe neurogenik
Impotensi jenis ini disebabkan oleh gangguan persarafan penis. Stimulasi seksual baik dari sentuhan, visual maupun dari pikiran, akan merangsang saraf untuk membuka aliran arteri dan menutup vena di penis.
Kerusakan saraf akibat trauma, infeksi dan sebagainya, akan mengganggu koordinasi saraf dan pada akhirnya menyebabkan impotensi. Beberapa jenis obat seperti anti depresan menyebabkan impotensi krn mengganggu transmisi neurotransmitter saraf.

Tipe hormonal
Seiring dengan bertambahnya usia, pria akan mengalami penurunan kadar hormon testosteron yang juga akan menurunkan libido dan kemampuan ereksi.

Tipe psikogenik
Stimulasi seksual adalah proses yang dipengaruhi oleh suasana hati/ mood. Pada kondisi tertekan atau stress tentu ereksi susah untuk terjadi.


Pengobatan untuk impotensi
Konseling seksual diberikan bila impotensi terjadi akibat gangguan psikologis dalam derajat yang ringan. Penggunaan obat seperti Viagra telah memberikan harapan yang besar bagi penderita impotensi. Obat ini bekerja dengan membuka aliran arteri lebih lebar dan hasilnya cukup efektif hingga 70-75% kasus.

Terapi hormon dengan memberikan testosteron diberikan pada pria yang mulai masuk ke fase andropause dan terjadi penurunan kadar hormon dalam tubuh. Alat vakum untuk penis bertujuan meningkatkan aliran arteri disertai pemasangan cincin untuk menahan keluarnya darah dari penis memiliki efektifitas hingga sekitar 90 persen cukup mudah untuk dilakukan sendiri oleh pasien.

Efek samping dari alat ini adalah timbulnya memar dan perdarahan di kulit penis. Protese penis dilakukan dengan melakukan implan alat ke dalam penis. Alat ini berbentuk seperti tabung yang dapat dikembang-kempiskan sesuai kehendak pasien untuk menghasilkan ereksi penis. Indikasi dari pemasangan protese adalah bila impotensi sudah tidak dapat diatasi dengan metode lainnya

Kesimpulannya:
  1. Impotensi memiliki berbagai penyebab yang harus diketahui untuk dapat ditentukan terapinya.
  2. Dengan kemajuan dunia medis, merupakan tindakan yang tidak bijak bila anda mencoba terapi alternatif yg tidak diketahui manfaat dan risikonya.

No comments:

Post a Comment